Pisah keuangan pribadi & bisnis, siap PPh Final.
Pemilik UMKM (toko, warung, online shop, jasa) sering campur duit pribadi-bisnis. Akhirnya gak tau bisnis untung beneran atau cuma rasanya untung. Catatu bantu pisah-pisahkan tanpa butuh akuntan.
Kenapa UMKM butuh catat keuangan terpisah?
- ๐ฐ Tahu profit beneran. Kalau duit bisnis dan pribadi campur, "untung" cuma rasa. Real profit = revenue - HPP - operasional, dihitung dengan data clean.
- ๐ Lapor PPh Final tepat waktu. PPh Final 0.5% dari omzet bulanan, deadline tanggal 15. Tanpa tracking, sering kelupaan atau salah hitung.
- ๐ Track growth bulanan. Bandingkan omzet Mei vs Juni. Bandingkan margin bulan-bulan. Decide kapan scale, kapan slow down.
- ๐ฆ Buat pengajuan KUR / pinjaman. Bank butuh laporan keuangan untuk approve KUR (Kredit Usaha Rakyat). UMKM yang punya catatan rapi 6 bulan lebih gampang di-approve.
- ๐ค Audit supplier & vendor. Track pembelian dari tiap supplier โ tau yang paling reliable, paling murah, paling sering kasih diskon.
Setup keuangan UMKM โ 2 akun terpisah
Aturan #1: punya 2 rekening bank yang strict separate:
- ๐ Rekening Pribadi: gaji yang kamu tarik dari bisnis, expense pribadi (makan, kos, hiburan)
- ๐ช Rekening Bisnis: semua revenue dari customer, semua expense operasional (sewa toko, gaji karyawan, supplier, utilities)
Tiap awal bulan, transfer "gaji" dari Rekening Bisnis ke Rekening Pribadi (mis. Rp 5jt/bulan). Itu yang kamu pakai untuk hidup. Sisa di Rekening Bisnis adalah modal kerja + profit.
Cara hitung PPh Final UMKM 0.5%
Per PP 23/2018 (transitioned to PP 55/2022), UMKM dengan omzet bruto < Rp 4,8M/tahun bisa pakai PPh Final 0.5% โ lebih sederhana dari PPh 21 reguler yang progresif.
| Bulan | Omzet Bruto | PPh Final 0.5% | Take-Home |
|---|---|---|---|
| Jan | Rp 25.000.000 | Rp 125.000 | Rp 24.875.000 |
| Feb | Rp 32.000.000 | Rp 160.000 | Rp 31.840.000 |
| Mar | Rp 28.500.000 | Rp 142.500 | Rp 28.357.500 |
| Total Q1 | Rp 85.500.000 | Rp 427.500 | Rp 85.072.500 |
Cara setor PPh:
- Buat ID Billing di djponline.pajak.go.id dengan kode jenis pajak 411128 (PPh Final UMKM)
- Bayar via mobile banking, ATM, atau internet banking sebelum tanggal 15 bulan berikutnya
- Simpan bukti setoran (BPN โ Bukti Penerimaan Negara)
- Akhir tahun, lapor SPT Tahunan WP OP โ pilih formulir 1770 atau 1770S
Setup amplop khusus UMKM (di Rekening Bisnis)
Kategori-kategori yang biasanya dibutuhkan UMKM:
- ๐ฆ HPP (Harga Pokok Penjualan): bahan baku, supplier, packaging
- ๐ Sewa: toko, kios, gudang, kontrak co-working
- ๐ฅ Gaji Karyawan: termasuk tunjangan, BPJS
- ๐ก Utilities: listrik, air, internet, telepon bisnis
- ๐ Logistik / Ongkir: pengiriman ke customer, ongkir supplier
- ๐ฑ Marketing: iklan FB/IG, paid promote, fee marketplace
- ๐๏ธ Pajak Final: PPh 0.5% bulanan
- ๐ก๏ธ Operasional Lain: ATK, perlengkapan, repair
- ๐ Reinvestasi / Modal Kerja: stok tambahan, equipment baru
- ๐ฐ Profit (Take-Home): yang ditarik ke rekening pribadi
Tips UMKM: scenarios real
Scenario 1: Online shop di Tokopedia / Shopee
Omzet Rp 30jt/bulan. HPP 60% (Rp 18jt), Marketing 10% (Rp 3jt), Logistik 8% (Rp 2,4jt), Fee marketplace 3% (Rp 900rb), Operasional 5% (Rp 1,5jt), PPh Final 0.5% (Rp 150rb). Profit margin: ~13,5% (Rp 4jt). Tarik gaji Rp 3jt, sisa Rp 1jt = reinvest stok bulan depan.
Scenario 2: Warung makan offline
Omzet Rp 15jt/bulan. HPP bahan 55% (Rp 8,3jt), Sewa 10% (Rp 1,5jt), Gaji 1 karyawan 12% (Rp 1,8jt), Utilities 5% (Rp 750rb), PPh Final 0.5% (Rp 75rb). Profit: Rp 2,5jt = take-home owner.
Scenario 3: Jasa freelance design
Omzet Rp 12jt/bulan dari 3 client. Operasional minimal: software subscriptions (Figma, Adobe) 5% (Rp 600rb), Internet+listrik 4% (Rp 480rb), Marketing (LinkedIn paid) 3% (Rp 360rb), PPh Final 0.5% (Rp 60rb). Profit: ~87% (Rp 10,5jt). Service business minim HPP, profit tinggi tapi capacity-limited.
Cara Catatu bantu UMKM
- ๐ผ 2 akun terpisah. Pakai 2 akun Catatu โ satu untuk pribadi, satu untuk bisnis. Atau pakai 1 akun dengan kategori prefix "Bisnis-" untuk separation virtual.
- ๐ท Scan struk supplier. AI Gemini Vision baca struk grosir, supermarket, dll otomatis. 50 transaksi pembelian/bulan = 30 detik input vs 2 jam manual.
- ๐ Import mutasi rekening bisnis. Upload PDF mutasi BCA Bisnis / Mandiri Bisnis. AI parse semua transaksi sekaligus. Tutorial.
- ๐ Track omzet bulanan. Insight Senin pagi: "Omzet bulan ini Rp 28jt, naik 12% vs bulan lalu, top kategori: Penjualan Online".
- ๐๏ธ Calculate PPh Final. Filter kategori "Revenue Bisnis", aggregate per bulan, kali 0.5%. Catat di amplop "PPh Final" untuk reminder bayar tgl 15.
- ๐ Export CSV untuk auditor. Lapor SPT atau pengajuan KUR? Export semua transaksi 12 bulan ke CSV, kasih ke akuntan/bank.
Mau coba?
Buka catatu.app, login Google. Setup 2 akun (pribadi + bisnis) atau pakai prefix kategori. Free tier cukup untuk UMKM mikro <100 transaksi/bulan; Pro Rp 19.999/bulan untuk yang butuh AI scan unlimited.
Disclaimer
Informasi pajak di artikel ini berdasarkan PP 23/2018 dan PP 55/2022 per Mei 2026. Untuk kasus spesifik (omzet >Rp 4,8M, transisi tier, multi-business owner), konsultasi konsultan pajak resmi. Catatu adalah aplikasi pencatat keuangan, bukan tax advisor.