Kamus istilah keuangan pribadi Indonesia.

35 istilah keuangan paling sering muncul saat baca artikel finansial atau pakai aplikasi catat duit di Indonesia. Definisi singkat + contoh konkret + link ke artikel yang bahas lebih dalam. Update terakhir: Mei 2026.

ABCD EFGI LMNP QRSU Z

A

Amplop Sinonim: envelope, bucket

Metafora visual untuk envelope budgeting: tiap kategori pengeluaran punya "amplop" digital dengan jatah uang. Sekali amplop habis, gak boleh pinjam dari amplop lain (kecuali darurat).

Contoh: Amplop "Kafe" Rp 500rb/bulan → kalo udah pakai Rp 480rb di tanggal 20, sisa Rp 20rb harus tahan sampai akhir bulan. Bulan depan reset ke Rp 500rb lagi.

Aset

Sesuatu yang punya nilai ekonomis dan bisa dimiliki: tabungan, rumah, kendaraan, saham, reksadana, emas. Beda dengan kewajiban (utang).

Contoh: Rumah Rp 1M = aset, tapi cicilan KPR Rp 700jt sisa = kewajiban. Net worth = Rp 300jt.

B

Budgeting

Proses merencanakan alokasi pemasukan ke berbagai kategori pengeluaran. Bukan sekedar catat duit, tapi proaktif: "berapa yang boleh saya keluarkan untuk X bulan ini".

Bunga Majemuk Compound Interest

Bunga yang dihitung atas pokok + bunga periode sebelumnya. Efek jangka panjang sangat besar — Rp 1jt diinvestasi 10% p.a. selama 30 tahun = Rp 17,4jt (bukan Rp 4jt seperti bunga sederhana).

Contoh: Investasi Rp 2jt/bulan di reksadana saham 10% p.a. selama 25 tahun = Rp 2,6 miliar (kontribusi cuma Rp 600jt).

C

Cash Flow Arus Kas

Selisih pemasukan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Positive cash flow = surplus (bisa nabung), negative = defisit (utang nambah).

Contoh: Gaji Rp 8jt - pengeluaran Rp 6jt = cash flow positif Rp 2jt/bulan. 12 bulan = Rp 24jt potential saving.

D

Dana Darurat Emergency Fund

Tabungan untuk situasi tak terduga: PHK, sakit besar, kerusakan kendaraan, kehilangan klien (untuk freelancer). Idealnya:

Disimpan di instrumen liquid: tabungan bank atau RDPU (Reksadana Pasar Uang).

Debt Snowball

Strategi bayar utang: lunasi utang terkecil dulu, lalu rolling momentum ke utang lebih besar. Psychological win > efisiensi bunga.

Diversifikasi

Sebar investasi ke instrumen berbeda untuk mengurangi risiko. Aturan klasik: saham (growth) + obligasi (stable) + cash (liquid).

E

E-Statement Sinonim: mutasi rekening, rekening koran

Versi digital rekening koran. PDF biasanya dikirim ke email bulanan atau bisa di-download dari mobile banking. Format umum: tanggal, deskripsi merchant, debit, kredit, saldo.

Password PDF biasanya: tanggal lahir DDMMYYYY, 6 digit terakhir KTP, atau kombinasi.

Contoh: E-Statement BCA bulan April 2026 berisi 137 transaksi rekening tabungan. Bisa di-import ke Catatu lewat fitur Scan E-Statement Bank.

Emergency Fund

Lihat Dana Darurat.

Envelope Budgeting

Metode budgeting klasik populer oleh Dave Ramsey. Bagi pemasukan ke amplop kategori, pakai sampai habis, jangan pinjam antar amplop. Mental model paling intuitif untuk pemula.

Contoh: Gaji Rp 10jt → 5 amplop: Makan Rp 2jt, Transport Rp 1jt, Kos Rp 3jt, Hiburan Rp 1jt, Nabung Rp 3jt. Sekali Hiburan habis di tanggal 18, no Netflix sampai 1 bulan depan.

F

FIRE Financial Independence, Retire Early

Gerakan / filosofi: tabung 50%+ income, investasi agresif, retire dini di usia 35-45 tahun dengan passive income dari portfolio. Aturan praktis: 25× annual expense = nest egg ideal.

Contoh: Annual expense Rp 100jt × 25 = Rp 2,5M. Sekali tabungan investasi mencapai Rp 2,5M, technically bisa pensiun (4% rule withdrawal).

FX Rate Forex Rate, Kurs

Nilai tukar antar mata uang. Catatu pakai FX cascade: open-er-api → Frankfurter → fallback static rates, untuk konversi multi-currency.

G

Goal-Based Saving

Nabung untuk target spesifik: DP rumah, dana nikah, beli motor, mudik akhir tahun. Lebih powerful daripada nabung "buat jaga-jaga" karena kasih purpose ke setiap rupiah.

I

Inflasi

Kenaikan rata-rata harga barang dan jasa per tahun. Indonesia ~3-4% p.a. Implikasi: Rp 100jt hari ini = ~Rp 50jt purchasing power 20 tahun lagi. Itu kenapa cash di tabungan = lose value.

Investasi

Menempatkan uang di instrumen yang punya potensi return: saham, reksadana, obligasi, properti, emas, P2P lending, kripto. Beda dengan tabungan yang fokus liquidity, investasi fokus growth.

L

Lifestyle Creep

Fenomena pengeluaran ikut naik proporsional dengan kenaikan gaji. Result: saving rate stagnan walau income naik 2× lipat.

Contoh: Gaji naik dari Rp 8jt ke Rp 15jt. Tapi mulai langganan gym Rp 800rb, kafe lebih sering, upgrade kos, ganti motor matic ke moge. Saving rate tetap 15% (sama kayak waktu gaji 8jt). Inflasi gaya hidup mengejar inflasi income.

M

Mutasi Rekening

Istilah Indonesia untuk laporan transaksi rekening bank. Sinonim: e-statement, rekening koran, bank statement, histori transaksi.

Cara dapet: download dari mobile banking (BCA Mobile, Livin, BRImo, dll), atau request via email bank. Format umumnya PDF, kadang Excel/CSV untuk corporate banking.

N

Net Worth Kekayaan Bersih

Total aset dikurangi total kewajiban. Indikator paling akurat untuk ukur progress finansial jangka panjang. Beda dari saving rate yang ukur flow, net worth ukur stock.

Contoh: Aset (rumah Rp 800jt + kendaraan Rp 50jt + tabungan Rp 100jt + investasi Rp 200jt) = Rp 1,15M. Kewajiban (sisa KPR Rp 500jt + kartu kredit Rp 30jt) = Rp 530jt. Net worth = Rp 620jt.

P

Passive Income

Pemasukan yang ga butuh trade-time-for-money: sewa properti, dividen saham, kupon obligasi, royalty buku, ad revenue konten. Tujuan FIRE = passive income > pengeluaran.

PPh 21

Pajak Penghasilan Pasal 21. Pajak atas penghasilan karyawan/freelancer yang dipotong langsung. Tarif progresif: 5% (≤Rp 60jt), 15% (Rp 60-250jt), 25% (Rp 250-500jt), 30% (Rp 500jt-5M), 35% (>Rp 5M) per UU HPP 2022.

PPh Final UMKM

PPh Final 0.5% dari omzet bulanan untuk UMKM dengan omzet <Rp 4,8M/tahun. Lebih sederhana dari pembukuan PPh 21 normal. Per PP 23/2018, sekarang transisi ke PP 55/2022.

Q

QRIS

Quick Response Code Indonesian Standard. Standar QR pembayaran terpadu Bank Indonesia. Satu QR untuk semua e-wallet (DANA, OVO, GoPay, ShopeePay, LinkAja) dan mobile banking. Wajib gak pake biaya untuk transaksi ritel sampai Rp 100rb.

R

RDPU Reksadana Pasar Uang

Reksadana yang ditempatkan di deposito + obligasi tenor <1 tahun. Risiko paling rendah di kategori reksadana, return 5-7% p.a. Cocok untuk parking emergency fund (lebih liquid + return lebih bagus dari tabungan).

Contoh produk: Bibit Pasar Uang Mandiri, Bahana MES Syariah Fund, Sucorinvest Money Market Fund.

RDPT Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana obligasi tenor menengah-panjang. Return 6-9% p.a. Risiko lebih tinggi dari RDPU karena duration risk. Cocok untuk goal 1-3 tahun.

RDC Reksadana Campuran

Reksadana yang campur saham + obligasi (alokasi fleksibel manager). Risiko sedang, return 7-12% p.a. Cocok untuk goal 3-5 tahun.

RDS Reksadana Saham

Reksadana yang fokus saham. Risiko tinggi (volatility), tapi return historis 10-15% p.a. dalam horizon >5 tahun. Cocok untuk goal jangka panjang (dana pensiun, dana pendidikan anak).

Rekening Koran

Istilah lama untuk laporan transaksi rekening, biasanya merujuk versi cetak resmi yang dikirim via pos. Sekarang sudah digantikan e-statement digital.

S

SBN Ritel Surat Berharga Negara Ritel

Obligasi pemerintah untuk investor ritel: ORI (Obligasi Negara Ritel), SR (Sukuk Ritel — syariah), SBR (Saving Bond Ritel — non-tradeable), ST (Sukuk Tabungan — syariah, non-tradeable).

Imbal hasil 5-7% p.a., dijamin pemerintah RI, tenor fixed (2-5 tahun). Cocok untuk diversifikasi konservatif.

Saving Rate

Persentase pemasukan yang ditabung/diinvestasikan setelah pengeluaran. Saving rate 10% = OK pemula. 20%+ = healthy, classic 50/30/20 rule. 30%+ = aggressive, target FIRE. 50%+ = early retirement track 15-20 tahun.

Sinking Fund

Tabungan untuk pengeluaran besar yang ga rutin tapi pasti akan ada: servis kendaraan tahunan, ganti laptop 3-5 tahunan, mudik, kondangan, pajak tahunan, asuransi annual.

Contoh: Antisipasi servis motor Rp 1,2jt setahun → nabung Rp 100rb/bulan ke amplop Sinking Fund "Motor". Pas waktunya servis, dananya sudah ada. No surprise expense.

U

UU PDP UU Perlindungan Data Pribadi

UU 27/2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Indonesia's GDPR-equivalent. Catatu compliance:

Z

Zero-Based Budgeting

Metode budgeting di mana semua pemasukan dialokasikan ke kategori sampai sisa Rp 0 di kertas. "Sisa = nabung" adalah kategori juga, bukan default. Lebih ketat dari envelope.

Cocok untuk: orang yang udah biasa budgeting, freelancer dengan income variable, pasangan yang mau full transparency.

Mau practical habit, bukan teori?

Catatu (catatu.app) bantu kamu apply semua konsep di atas: amplop digital, AI scan struk + e-statement bank, insight mingguan, multi-currency. Gratis selamanya untuk pencatatan dasar.

Mulai gratis →

Artikel mendalam