Tentang Catatu.
Catatu adalah aplikasi catat keuangan harian Indonesia, dibuat oleh solo developer di Bandung, untuk pengguna yang males ribet tapi tetap mau ngerti uangnya pergi ke mana.
Kenapa Catatu dibuat
Setelah bertahun-tahun coba berbagai aplikasi catat keuangan, dari yang international (Mint, YNAB, Money Lover) sampai yang lokal, saya selalu balik ke pertanyaan yang sama: kenapa ga ada yang benar-benar pas untuk konteks Indonesia?
App international: kategori generik. Ga ngerti istilah "warteg", "ojol", "kondangan". Pricing dalam USD. UI dirancang untuk pasar AS/Eropa, bukan untuk user yang sehari-hari bayar parkir Rp 5.000 atau beli kopi Rp 25.000.
App lokal: kebanyakan Android-only. Mahasiswa atau pekerja yang pakai iPhone harus balik ke Excel atau Notes. Fitur AI hampir ga ada, semua tracker masih minta input manual. Insight-nya berupa grafik kosong yang ga actionable.
Catatu lahir dari frustrasi itu. Goal-nya simple: bikin app catat keuangan yang ngerti orang Indonesia. Kategori native, AI scan struk warung dan screenshot ojol, insight bahasa Indonesia yang actionable, dan jalan di iPhone tanpa harus install dari App Store.
Filosofi produk
Tools nomor sekian. Habit nomor satu.
Saya percaya: app catat keuangan terbaik adalah yang dipakai konsisten 6 bulan, apapun namanya. Karena itu Catatu fokus ke reduce friction. Kalau catat butuh 30 detik, kamu akan males. Kalau cuma 3 detik (foto struk, AI selesaikan), kamu akan terus.
Tiga prinsip yang nge-drive setiap keputusan produk:
- Web-first. Buka langsung di browser, no install required. PWA support iOS Safari dan Android Chrome, bisa di-install ke home screen kalau mau, tapi optional.
- Konteks lokal. Kategori warteg, ojol, sedekah, kondangan, QRIS. Bahasa Indonesia native, bukan translasi. AI dilatih untuk format struk warung kecil dan screenshot Grab/Gojek.
- Privacy-first. Data user adalah data user. Bisa export CSV kapan saja. Tidak di-share ke pihak ketiga. Lihat kebijakan privasi.
Tim
Catatu adalah solo project. Saya ([Ariq Hermawan](/author/ariq-hermawan.html)) handle semua: development, design, content, support, dan strategy. Berbasis di Bandung, lulusan IT, 10+ tahun coding di berbagai produk.
Approach indie hacker: bangun pelan-pelan, dengar feedback user, iterasi. Bukan VC-funded, bukan startup growth-at-all-costs. Goal: produk yang sustainable dan benar-benar dipakai, bukan yang viral 3 bulan lalu hilang.
Roadmap singkat
Yang sedang dibangun (per April 2026):
- Project Mode: untuk freelancer dengan pemasukan project-based
- Family sharing: multi-user dengan permission per anggota
- Bank integration: saat regulasi & API support stabil di Indonesia
- Native app iOS/Android: kalau PWA traction stabil dan user minta
Liat roadmap publik lengkap dengan timeline dan voting.
Bagaimana Catatu dibiayai
Transparency: Catatu bukan startup VC-funded. Pendapatan dari Pro subscription (Rp 19.999/bulan, Rp 149.999/tahun) dan Toko Tema (Rp 14.999/tema atau Rp 49.999 bundle) untuk:
- Server costs (Supabase, Vercel hosting)
- AI API costs (Gemini untuk OCR, DeepSeek untuk insight)
- Domain & infrastructure
- Time saya untuk maintain, update, dan respond user
Tier gratis akan tetap gratis selamanya. Itu komitmen. Yang Pro pakai = subsidize yang gratis pakai. Sustainable model untuk indie product.
Hubungi kami
Kalau kamu media yang mau wawancara, peneliti yang mau pakai data, atau partner potential, sama, email aja. Saya respond personally.
FAQ singkat
Catatu dimiliki perusahaan apa?
Catatu adalah indie project pribadi Ariq Hermawan, beroperasi sebagai bisnis perorangan. Belum berbentuk PT. Akan di-evaluasi struktur korporasi seiring pertumbuhan.
Apakah Catatu open source?
Belum. Codebase masih private karena masih dalam fase iterasi cepat. Mungkin akan open source di masa depan untuk komponen tertentu (kategori library, dll), tapi belum ada timeline.
Bisa pakai Catatu untuk bisnis kecil?
Catatu dirancang untuk personal finance, bukan accounting bisnis. Tapi banyak warung/UMKM kecil yang pakai untuk track cash flow harian, itu OK. Untuk full bookkeeping, pakai tool dedicated seperti Jurnal atau Mekari.
Apakah Catatu support bahasa Inggris?
Belum. Catatu fokus Indonesia. Kalau demand bahasa Inggris signifikan dari user expat di Indonesia, akan dievaluasi.